Pasuruan – Pelatihan Training of Fasilitator (ToF) Konvergensi Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana dilaksanakan di Hutan Cempaka, Kabupaten Pasuruan, pada 2 hingga 6 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas fasilitator dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di daerah.
Pelatihan ToF Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana ini diselenggarakan oleh BNPB Pusat melalui Direktorat Kesiapsiagaan. Peserta berasal dari berbagai unsur, antara lain TAPM tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten, BPBD, ULP, BNPB, OFAT Jawa Timur, Yayasan Cempaka, Yayasan Katulistiwa, serta komunitas lokal.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi mengenai tanggap bencana dan analisis risiko bencana yang dipengaruhi oleh perubahan iklim. Pembekalan ini difokuskan pada pemahaman risiko, identifikasi ancaman, serta perencanaan mitigasi bencana secara terstruktur dan berkelanjutan.
Selain mitigasi, pelatihan juga menekankan pentingnya membangun kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana. Peserta dibekali pengetahuan tentang kesiapsiagaan, respons darurat, hingga tahapan pemulihan pascabencana agar mampu mendampingi masyarakat secara efektif.
Peserta pelatihan didorong untuk menjadi fasilitator yang aktif dan adaptif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di wilayah masing-masing. Dengan pendekatan partisipatif, fasilitator diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.
Aspek kolaborasi lintas sektor menjadi perhatian utama dalam pelatihan ini. Sinergi antara pemerintah, lembaga, organisasi masyarakat, dan komunitas dinilai penting untuk menciptakan sistem penanganan bencana yang cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Melalui Pelatihan ToF Konvergensi Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana ini, diharapkan lahir fasilitator yang kompeten dan berdaya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan wilayah dan masyarakat Jawa Timur yang tangguh, siap, dan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman bencana.
