Lingkarpasuruan.com – Budidaya Puyuh di Desa Gajahrejo Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan geliat positif dalam mendukung program ketahanan pangan desa tahun 2025. Kegiatan ini didukung pagu anggaran ketahanan pangan sebesar Rp 209.345.200 yang dialokasikan untuk pengembangan usaha peternakan puyuh berbasis Bumdesa. Dengan populasi kurang lebih 11 ribu ekor, unit usaha ini mampu menghasilkan sekitar 600 kilogram telur puyuh setiap minggu, tepatnya pada hari Selasa sebagai jadwal panen rutin.

Program budidaya puyuh ini berlokasi di wilayah Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, dan menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi desa melalui sektor peternakan unggas produktif. Skema yang diterapkan menggunakan sistem sewa kandang sebesar Rp 15 juta per tahun, sehingga operasional usaha tetap berjalan dengan pola kemitraan yang saling menguntungkan antara pengelola dan pemilik kandang.
Sekretaris Bumdesa Kenanga Indah Desa Gajahrejo, Mbak Siti Khomsiah, saat ditemui di lokasi kandang pada Rabu, 4 Maret 2026, menyampaikan bahwa produksi telur rata-rata mencapai 600 kilogram per minggu dari total populasi sekitar 11 ribu ekor. Ia menjelaskan bahwa dukungan anggaran ketahanan pangan 2025 dimanfaatkan untuk menunjang operasional, perawatan ternak, serta keberlanjutan usaha agar tetap produktif dan stabil.

Kunjungan monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Purwodadi, yakni Mbak Heni dan Mas Efran, bersama jajaran Pendamping Lokal Desa (PLD). Turut hadir pula Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Pasuruan, Priyadi dan Deni, guna memastikan pemanfaatan pagu anggaran Rp 209.345.200 berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran sesuai perencanaan.
Dalam kesempatan tersebut, Mbak Siti Khomsiah mengungkapkan bahwa kendala kematian puyuh masih menjadi tantangan tersendiri dalam budidaya ini. Faktor kesehatan ternak, manajemen pakan, serta sanitasi kandang menjadi perhatian utama agar tingkat produktivitas tetap terjaga dan tidak mengurangi hasil produksi telur setiap minggunya.
Melalui pendampingan intensif dari TPP Kecamatan Purwodadi dan TAPM Kabupaten Pasuruan, diharapkan angka kematian ternak dapat ditekan secara bertahap. Evaluasi teknis dan penguatan manajemen usaha terus dilakukan agar dana ketahanan pangan 2025 benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi dan pendapatan Bumdesa Gajahrejo.

Dengan capaian produksi 600 kilogram telur per minggu, dukungan pagu anggaran Rp 209.345.200, serta skema sewa kandang Rp 15 juta per tahun, Budidaya Puyuh 2 di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan diharapkan mampu menjadi model pengembangan usaha peternakan desa yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan usaha berbasis Bumdesa yang profesional dan akuntabel.
