Pasuruan – Pemerintah Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan melaksanakan kegiatan monitoring dan pendampingan Unit Usaha Ketahanan Pangan BUM Desa Satria Majura berupa ternak ayam petelur. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Randi Saputro, jajaran Pemerintah Desa (Pemdes), pengurus BUMDesa, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), serta Koordinator Kabupaten (Korkab). Monitoring dilakukan untuk memastikan tata kelola usaha berjalan optimal dan berdampak pada peningkatan ekonomi desa.
Kepala Desa Kejapanan, Randi Saputro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ketahanan pangan melalui BUM Desa dengan usaha peternakan ayam petelur dinilai sangat prospektif. Hal ini karena BUM Desa Satria Majura telah bekerja sama dengan SPPG sebagai salah satu suplier telur untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini tercatat sudah ada tiga dapur MBG yang membutuhkan pasokan telur secara rutin.

Lebih lanjut, Randi Saputro menegaskan bahwa ke depan di Desa Kejapanan harus terjalin sinergi dan kolaborasi antara BUMDesa, KDMP, dan MBG. Dengan keterbatasan Dana Desa (DD) Reguler, kolaborasi tersebut diharapkan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan ekonomi desa. Pemerintah desa juga merencanakan pada tahun 2026 akan mengalokasikan penambahan modal ternak sekitar sepertiga dari total Dana Desa atau sekitar Rp100 juta guna memperkuat kapasitas produksi.
Direktur BUM Desa Satria Majura Kejapanan, Toni Subiakto, menyampaikan bahwa amanah dalam mengelola program ketahanan pangan melalui BUM Desa diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Saat ini terdapat 1.150 ekor ayam petelur yang siap berproduksi dan menjadi tulang punggung suplai telur bagi pasar lokal maupun kebutuhan MBG.
Dalam operasionalnya, unit usaha ini telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan kandang secara ketat. Langkah tersebut meliputi sterilisasi kandang secara berkala, penyemprotan desinfektan kepada setiap pengunjung kandang, serta menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar peternakan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kesehatan ayam dan memastikan produktivitas telur tetap stabil.
Eko Subakti selaku Koordinator Kecamatan TPP Kecamatan Gempol menyampaikan bahwa unit usaha ketahanan pangan berpotensi menjadi salah satu solusi peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) apabila dikelola secara serius dan profesional. Ia menekankan pentingnya dukungan kuat dari Kepala Desa serta kerja sama yang solid antara BUMDes, Pemdes, BPD, dan masyarakat desa sebagai faktor penentu keberhasilan program.
Kegiatan monitoring dan pendampingan ini berlangsung dengan suasana dialogis dan konstruktif. Pemerintah Desa Kejapanan bersama BUM Desa Satria Majura berkomitmen untuk terus memperkuat pengelolaan unit usaha ayam petelur sebagai program unggulan ketahanan pangan desa yang berkelanjutan, sekaligus menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi masyarakat.
