Pasuruan – Pemerintah Desa Lajuk bersama pengurus BUMDesa Adil Makmur melaksanakan program ketahanan pangan yang bersumber dari alokasi 20 persen Dana Desa di Desa Lajuk, Kecamatan Gondangwetan, pada Selasa (03/02/2026). Program ini merupakan tindak lanjut dari prioritas penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 yang difokuskan pada penguatan sektor pangan desa.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur desa, termasuk pendamping lokal desa (PLD) Kecamatan Gondangwetan, Abdul Khobir, yang turut memberikan pendampingan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program. Sinergi antara pemerintah desa, BUMDesa, dan pendamping desa menjadi kunci dalam memastikan program berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDesa Adil Makmur Lajuk mengusung tematik pertanian padi sebagai sektor utama. Pengembangan pertanian ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketersediaan pangan bagi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Melalui pengelolaan yang terstruktur dan berbasis kelembagaan ekonomi desa, program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan petani. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi warga Desa Lajuk.
Pemerintah Desa Lajuk menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan perekonomian desa. Hasil dari pengelolaan usaha tersebut nantinya akan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PAD).
Peran aktif PLD dalam melakukan pendampingan teknis dan administrasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan agar pengelolaan Dana Desa sesuai dengan regulasi serta mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Dengan adanya program ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDesa Adil Makmur Lajuk, Pemerintah Desa Lajuk optimistis dapat mewujudkan kemandirian pangan desa sekaligus meningkatkan PAD. Ke depan, program ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.
