BUM Desa Mavendra Karangrejo Panen Raya Benih Melon 2025, Harga Daging Rp 5.000/Kg dan Fokus Kualitas Biji

Lingkarpasuruan.com
Tim Redaksi
Lingkarpasuruan.com (Jurnalis)
Lingkarpasuruan.com
Lingkarpasuruan.com Jurnalis

Pasuruan – BUM Desa Mavendra Karangrejo Desa Karangrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan melaksanakan panen raya budidaya melon untuk diambil bijinya (benih) sebagai bagian dari program unggulan ketahanan pangan tahun 2025. Program ini difokuskan pada produksi benih berkualitas tinggi dengan memperpanjang fase pematangan buah hingga 68–105 hari setelah tanam (HST) guna memastikan biji bernas dan memiliki daya tumbuh optimal.

Ketua BUM Desa Mavendra Karangrejo, Nur Hidayanto, menjelaskan bahwa budidaya melon untuk benih berbeda dengan melon konsumsi. Pada pola ini, perhatian utama diberikan pada fase pematangan fisiologis buah yang lebih lama agar kualitas biji benar-benar maksimal. Strategi tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi ganda, yakni dari hasil benih serta pemanfaatan daging buah.

Dalam proses budidayanya, petani menerapkan pemupukan dengan kandungan kalium tinggi untuk memacu pembentukan dan pengisian biji. Buah dipanen saat kondisi sangat tua atau matang fisiologis, kemudian dilakukan proses fermentasi biji untuk memisahkan lendir alami yang menempel. Tahapan ini menjadi kunci dalam menjaga mutu dan viabilitas benih.

Foto: Sutrisno – Pemilihan Melon Siap Petik

Setelah fermentasi, biji melon dicuci hingga bersih dan dikeringkan sampai mencapai kadar air tertentu agar memiliki daya kecambah tinggi saat ditanam kembali. Proses pengeringan dilakukan secara terkontrol guna menghindari kerusakan embrio biji. Standar ini diterapkan agar benih yang dihasilkan mampu bersaing dan memiliki kualitas unggul.

Baca Juga  TPP di Persimpangan Tantangan dan Tanggung Jawab: Profesionalisme di Era Baru Pendampingan Desa

Sementara itu, daging melon tanpa isi biji tetap dimanfaatkan dan dijual kepada masyarakat dengan harga Rp5.000 per kilogram. Skema ini membuat seluruh bagian buah tetap bernilai ekonomis dan meminimalisir limbah hasil panen. Model usaha ini dinilai efisien dan mampu meningkatkan perputaran ekonomi desa.

Pendamping Desa Kecamatan Purwosari, Ruth Kinanti Rahayu, menyampaikan dukungan penuh terhadap program budidaya benih melon ini, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga memasuki masa panen raya. Menurutnya, inovasi ketahanan pangan berbasis potensi lokal seperti ini perlu terus diperkuat karena mampu membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan kapasitas BUM Desa.

Dengan memasuki masa panen raya tahun 2025, BUM Desa Mavendra Karangrejo optimistis budidaya benih melon dapat menjadi salah satu sektor unggulan desa yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Baca Juga  Monitoring Kecamatan Beji Pastikan Rehab Kantor Desa dan Ketahanan Pangan Selesai 100 Persen
Lingkarpasuruan.com
Lingkarpasuruan.com
LingkarPasuruan.com portal berita independen yang menyajikan informasi terkini seputar Pasuruan, desa, pembangunan, pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai potensi daerah secara informatif dan terpercaya.
KABAR TERKAIT
BACA JUGA