Kejayan Pasuruan – Tim Pendamping Desa (TPP) Kecamatan Kejayan melaksanakan monitoring realisasi ketahanan pangan tematik budidaya kambing yang dikelola oleh BUMDes Sinar Jaya Desa Tundosoro. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan usaha ketahanan pangan berjalan sesuai regulasi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Monitoring dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2025, berlokasi di Dusun Krajan RT 08 RW 03, Desa Tundosoro, Kecamatan Kejayan. Kegiatan ini diikuti oleh Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Kejayan, pengurus BUMDes Sinar Jaya, serta satu orang anak kandang yang bekerja sebagai tenaga operasional BUMDes.
Program ketahanan pangan tematik budidaya kambing ini dikelola secara langsung oleh BUMDes Sinar Jaya Desa Tundosoro. Pengelola usaha terdiri dari pengurus BUMDes dan satu anak kandang yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) BUMDes, sehingga pengelolaan usaha dilakukan secara terstruktur dan profesional.
Dalam monitoring tersebut, Tim Pendamping Desa melakukan peninjauan menyeluruh terhadap pengelolaan kandang ternak, sistem pemberian pakan, kondisi kambing, serta administrasi dan pencatatan usaha BUMDes. Monitoring ini menjadi bagian dari pembinaan agar pelaksanaan program ketahanan pangan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Selain peninjauan teknis, Tim Pendamping Desa Kecamatan Kejayan juga melakukan koordinasi dengan penasihat dan direktur BUMDes Sinar Jaya. Dalam koordinasi tersebut, pengurus BUMDes didorong untuk segera menyampaikan laporan hasil usaha BUMDes dalam forum Musyawarah Desa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.
Pendamping Desa Kecamatan Kejayan, Febby Nurcahyono, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan tematik ini memberikan dampak positif, terutama bagi petani jagung di Desa Tundosoro. “Program ketahanan pangan ini sangat memberikan manfaat, khususnya bagi petani jagung. Tebon jagung yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini bisa diolah oleh BUMDes menjadi pakan alternatif ternak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Febby menjelaskan bahwa daun jagung atau tebon jagung dimanfaatkan oleh BUMDes Sinar Jaya untuk diolah menjadi silase sebagai pakan kambing. “Pemanfaatan silase dari tebon jagung mampu menekan biaya pakan ternak sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Ini menjadi sinergi yang baik antara sektor pertanian dan peternakan dalam memperkuat ketahanan pangan desa secara berkelanjutan,” pungkasnya.
