Ketahanan Pangan Desa Sladi Kejayan Pasuruan: BUMDes Jaya Makmur Kembangkan 6.000 Puyuh Petelur untuk Suplai SPPG

Desa Sladi, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, terus memperkuat program ketahanan pangan melalui pengembangan unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Makmur berupa budidaya puyuh petelur. Program ini dikelola langsung oleh Lukman Hakim selaku Kepala Unit Puyuh Petelur dengan populasi awal sebanyak 6.000 ekor, yang mampu menghasilkan produksi telur mencapai 55 hingga 60 kilogram per hari, sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi desa dan mendukung ketahanan pangan lokal.

Pengembangan unit usaha puyuh petelur ini dilaksanakan di Desa Sladi sebagai salah satu strategi diversifikasi usaha BUMDes Jaya Makmur. Kegiatan ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi desa, membuka lapangan kerja baru, serta menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan bagi desa. Selain itu, hasil produksi telur puyuh juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekitar melalui penyaluran ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat.

Dalam pelaksanaannya, BUMDes Jaya Makmur mengalokasikan anggaran awal sebesar Rp231 juta yang bersumber dari penyertaan modal desa. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan kandang, pengadaan bibit puyuh, pakan, sarana prasarana produksi, serta operasional awal. Unit puyuh petelur ini menjadi salah satu dari beberapa unit usaha unggulan yang dikembangkan BUMDes Jaya Makmur dalam rangka memperkuat perekonomian desa secara terpadu dan berkelanjutan.

Lukman Hakim menyampaikan bahwa pengelolaan unit puyuh petelur dilakukan secara profesional dengan menerapkan standar operasional budidaya yang baik. Dengan manajemen pakan, kebersihan kandang, serta pemantauan kesehatan ternak yang teratur, produksi telur dapat stabil di kisaran 55 hingga 60 kilogram per hari. Hasil tersebut dinilai cukup menjanjikan dan berpotensi terus meningkat seiring optimalisasi manajemen produksi.

Sebagai bentuk pengawasan dan pendampingan, kegiatan ini secara rutin mendapatkan monitoring dari Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Kejayan serta TPP Kabupaten Pasuruan. Monitoring dilakukan untuk memastikan pengelolaan unit usaha berjalan sesuai perencanaan, transparan, dan akuntabel, sekaligus memberikan pendampingan teknis guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ternak.

Baca Juga  Monitoring Kecamatan Beji Pastikan Rehab Kantor Desa dan Ketahanan Pangan Selesai 100 Persen

Pendamping Desa Kecamatan Kejayan menyatakan bahwa pengembangan unit puyuh petelur di Desa Sladi merupakan contoh praktik baik pengelolaan BUMDes yang adaptif terhadap kebutuhan pasar dan potensi lokal. Selain memberikan dampak ekonomi bagi desa, program ini juga mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penyediaan sumber protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat.

Dengan adanya unit usaha puyuh petelur ini, Pemerintah Desa Sladi berharap BUMDes Jaya Makmur mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Ke depan, pengembangan unit usaha ini akan terus ditingkatkan, baik dari sisi kapasitas produksi maupun perluasan jaringan pemasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Desa Sladi dan sekitarnya.

Mungkin ada yang menarik

LPJ BUMDes Baujeng Sejahtera 2025 Dipaparkan Terbuka, Hadirkan Akuntabilitas Desa

Tematik Jagung dan Domba, Desa Baujeng Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *