Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, menetapkan Desa Tematik Jagung dan Kambing sebagai fokus kegiatan ketahanan pangan tahun 2025. Program ini digagas untuk memperkuat ekonomi warga desa melalui pengelolaan potensi lokal yang terencana dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Baujeng dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Baujeng Sejahtera sebagai pengelola utama. Abdullah, selaku Ketua BUMDes Baujeng Sejahtera, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat desa, khususnya dalam penguatan sektor pertanian dan peternakan.
Menurut Abdullah, jagung dipilih karena sesuai dengan kondisi lahan dan kebiasaan bertani masyarakat, sementara domba dinilai memiliki nilai ekonomi yang cepat berputar. “Kami ingin ketahanan pangan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi benar-benar menghasilkan dan memberi nilai tambah bagi warga,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Pendamping Desa (PD) Kecamatan Beji, H. Fahmi. Ia menilai program Desa Tematik Jagung dan Kambing di Baujeng sebagai langkah strategis. “Program ini sangat bagus dan layak direplikasi oleh desa yang lain,” kata H. Fahmi saat meninjau pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Pasuruan, Husni dan Deni saat melakukan kunjungan ke lokasi kegiatan (08/01), menegaskan bahwa implementasi program ketahanan pangan harus berorientasi pada dampak nyata. Mereka menekankan pentingnya manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat desa. “Program ketahanan pangan harus dirasakan manfaatnya dan memberikan dampak serta menjadi pengungkit perekonomian di desa,” ujar Husni dan Deni. Menurut mereka, desa perlu memastikan bahwa kegiatan yang dijalankan tidak bersifat seremonial, melainkan mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian warga.
Melalui program Desa Tematik Jagung dan Kambing ini, Desa Baujeng diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga menjadi model pembangunan desa yang berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan. *D
